Menyajikan Informasi Istimewa dan Penting

Memuat...
Tampilkan postingan dengan label Entertain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertain. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Maret 2017

Uncharted 4 Dinobatkan Menjadi Game Terbaik 2016


BELANTARA
- Game Uncharted 4: A Thief's End produksi studio Naughty Dog dinobatkan sebagai game terbaik 2016 di ajang SXSW Gaming Awards 2017.

"Uncharted 4 dipilih karena dianggap memiliki keunggulan secara keseluruhan dan menghadirkan pengalaman gaming yang berbeda di antara semua platform dan genre yang dilombakan," demikian dikutip dari gamespot.com, Senin (20/3/2017).

"Uncharted 4" menjadi yang terbaik dengan mengalahkan game-game yang ikut dinominasikan untuk kategori yang sama, yakni Dishonored 2, Doom, Overwatch, dan Titanfall 2.

Ada 23 kategori yang dinilai dalam SXSW Gaming Awards. Pemenang untuk kategori The Mobile Game of the Year diraih Pokemon Go, sementara Overwatch meraih juara di kategori Esports Game of The Year.

Berikut data lengkap pemenang SXSW Gaming Awards 2017:
- Video Game of the Year: Uncharted 4: A Thief's End - Sony Computer Entertainment/Naughty Dog
- Mobile Game of the Year: Pokemon Go - Niantic
- Tabletop Game of the Year: Arkham Horror: The Card Game - Fantasy Flight Games
- Esports Game of the Year: Overwatch - Blizzard Entertainment
- Trending Game of the Year: Overwatch - Blizzard Entertainment
- Fan Penciptaan Tahun: Brutal Doom 64 - Sergeant_Mark_IV
- Matthew Crump Cultural Innovation: That Dragon, Cancer - numinous Games
- Excellence in Narrative: Uncharted 4: A Thief's End - Sony Computer Entertainment/Naughty Dog
- Excellence in Design: Dishonored 2 - Bethesda Softworks /Arkane Studios
- Excelence in Gameplay: Doom - Bethesda Softworks / id Software
- Most Fulfilling Community-Funded Game: Starbound - Chucklefish Game
- Most Promising New Intellectual Property: Overwatch - Blizzard Entertainment
- Most Memorable Character: Uncharted 4: A Thief's End - Nathan Drake
- Excellence in Convergence: Batman: Arkham VR - Warner Bros. Interactive Entertainment / Rocksteady Studios
- Excellence in Art: Firewatch - Panic Inc. / Campo Santo
- Excellence in Animation: Uncharted 4: A Thief's End - Sony Computer Entertainment / Naughty Dog
- Excellence in Visual Achievement: Battlefield 1 - Electronic Arts / EA DICE
- Excellence in Musical Score: Doom - Bethesda Softworks / id Software
- Excellence in SFX: Battlefield 1 - Electronic Arts / EA DICE

Game Uncharted 4 adalah game aksi petualangan yang dibuat untuk konsol PlayStation 4. game ini dirilis pada Mei 2016 sebagai penerus seri Uncharted 3: Drake's Deception.

Di game ini, pemain memerankan karakter Nathan Drake untuk berpetualang mencari Kota Tua bernama Libertalia. Kota ini konon dibangun oleh para perompak dan menyimpan berbagai harta karun. (man)


Share:

Sabtu, 16 Juli 2016

Awas! Ada Misi dan Propaganda Yahudi di Game Pokemon Go



BELANTARA
- Apakah Anda termasuk orang yang saat ini keranjingan game Pokemon Go yang sedang mewabah dunia sejak dirilis pada pekan pertama Juli 2016 ini?

Jika jawabannya "ya" dan Anda seorang Muslim, serta Anda mencintai Islam sebagai agama Anda, hendaknya berpikir ulang untuk meneruskan keranjingan itu karena ternyata mengandung misi dan propaganda Yahudi.

Pokemon pertama kali diluncurkan Nintendo Co Ltd, Jepang, pada 1996. Begitu dirilis, serial kartun yang kala itu dibuat dengan teknologi yang masih sederhana, menjadi video game dan menjadi permainan dengan tukar menukar kartu itu langsung mewabah, terutama di kalangan anak-anak.

Namun sejumlah negara di Timur Tengah, di antaranya Arab Saudi, Mesir, Irak, Qatar dan Turki, kemudian melarang peredaran tayangan itu karena dinilai "tidak sehat". 

Pasalnya, serial yang salah satu tokohnya berupa monster kecil berwarna kuning dan bermimik lucu itu, yakni Pikachu, dianggap telah membuat anak-anak lalai dari kewajiban beribadah dan video game-nya dipandang mengarah pada perjudian.

Sidang Komisi Tertinggi Riset Ilmiah dan Hukum Islam Arab Saudi menetapkan bahwa Pokemon diharamkan di negaranya karena dari hasil kajian diketahui bahwa selain membuat anak-anak lupa shalat dan mengajarkan perjudian, juga karena Pokemon dinilai memperkenalkan teori evolusi Charles Darwin yang bertentangan dengan Islam. 

Tak hanya itu, dalam tubuh Pikachu juga dijumpai simbol Bintang Daud seperti yang tertera di bendera kebangsaan israel, dan terdapat segi lima yang menjadi simbol Zionisme. 

“Ia telah menguasai pikiran anak-anak Arab Saudi,” begitu tertulis dalam fatwa tersebut. 

Karena itu, Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah, Mufti Kerajaan Arab Saudi, menyerukan kepada orangtua agar tak membeli Pokemon untuk anak-anaknya. 

Fatwa haram ini langsung diikuti pelarangan oleh Kementerian Perdagangan setempat atas aneka jenis produk Pokemon, sehingga semua produk berbau Pokemon, seperti video game, komik, kartu, boneka, pakaian, hingga makanan raib dari pasaran negeri kaya minyak itu. Pelanggaran terhadap fatwa ini berat, yakni dihukum cambuk, denda, atau dideportasi bagi warga asing.

Sheikh Abdel Basset Ahmad dari Majelis Fatwa Mesir mendukung pendapat ulama Arab Saudi, meski belum mengkaji Pokemon. Menurut Sheikh Abdel Basset, apa pun yang membuat ibadah agama seseorang teralihkan, hukumnya adalah haram.

Langkah ulama Arab Saudi itu diamini pemimpin Islam tertinggi di Qatar, Sheikh Yusuf Qordhowi. Ia menfatwakan pelarangan Pokemon. 

“Negara harus melindungi anak-anak, kepercayaan mereka, moral, dan uang mereka,” kata Yusuf Qordhowi. 

Di sejumlah negara, sebelum fatwa haram muncul di Arab Saudi, Pokemon telah menuai kecaman karena setahun sebelumnya pemerintah Kerajaan Turki telah melarang stasiun televisi mereka menayangkan kartun animasi itu, sementara sebuah gereja Kristen di Meksiko menyebut permainan Pokemon sebagai iblis.

Organisasi-organisasi di Slovakia bahkan menuding siaran televisi yang menggunakan simbol Pokemon telah merusak anak-anak, dan sekolah-sekolah di Amerika Serikat juga telah melarang para siswanya memainkan kartu Pokemon karena dianggap menyita waktu belajar.

Belakangan, pada 2004, ketika pasukan koalisi Amerika Serikat menggulingkan Presiden Irak Saddam Husein, ada sebuah dokumen yang terampas yang isinya menyebutkan kalau Saddam juga melarang Pokemon beredar di negaranya berdasarkan informasi dari intelijen.

Informasi itu menyebutkan, ada misi dan propaganda Yahudi dalam serial, video game dan permaianan kartunya yang mengarah pada penistaan agama, khususnya agama Islam. Hal ini terindikasi selain dari simbol yang ada pada tubuh tokoh-tokoh di serial itu yang berupa monster, juga dari nama-namanya.

Nama Pokemon yang disebut-sebut sebagai akronim dari Pocket Monster, ternyata memiliki kemiripan dengan kata dalam bahasa Syriac atau yang di Indonesia dikenal sebagai bahasa Suryani, dan memiliki arti "Aku Yahudi".

Nama beberapa karakter monster Pokemon pun bila diterjemahkan dalam bahasa yang sama, mengarah pula ke Yahudi, sehingga Saddam tak mau mengizinkan serial itu beredar di negaranya.

Monster kuning bermimik lucu yang menjadi karakter monster utama di serial itu, yakni Pikachu, dalam bahasa Syriac berarti "Jadilah Yahudi", sementara karakter monster Charmander bila diterjemahkan dalam bahasa yang sama berarti "Tuhan Itu Lemah".

Inilah salah satu bentuk penistaan agama oleh Pokemon, karena dalam Islam jelas sekali dinyatakan bahwa Allah Maha Besar, Maha Perkasa, Maha Bijaksana dan maha-maha lainnya.

Dalam dokumen itu juga terungkap kalau Saddam mencekal Pokemon karena tidak ingin apa pun yang berbau Yahudi merasuki anak-anak dan budaya di negaranya.

Menurut Wikipedia, bahasa Suryani atau bahasa Suriah adalah sebuah bahasa yang digunakan oleh komunitas Kristen Siria yang bermukim di timur Turki, utara Irak dan timur laut Suriah. (bel)
Share:

Jumat, 15 Juli 2016

2 Bahaya Mengunduh Pokemon Go dari Sumber Tak Resmi


BELANTARA
- Fenomenal! Inilah kata yang paling pas untuk diberikan kepada game Pokemon Go yang saat ini tengah mewabah dunia.

Bayangkan, meski baru dirilis di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru pada pekan pertama Juli 2016, game hasil kreasi Niantic Labs tersebut telah diunduh oleh 10 juta pengguna Android di seluruh dunia hanya dalam waktu sepekan sejak dirilis.

Ini terjadi karena game yang baru dirilis secara terbatas tersebut ternyata tetap dapat dimainkan di luar ketiga negara itu dengan cara mengunduh file mentahnya, sehingga belum lama ini server Pokemon Go pun dikabarkan tak mampu lagi menanggung beban saking banyaknya orang yang memainkan game ini.

Saat ini Pokemon Go juga telah diklaim sebagai game terpopuler sepanjang sejarah di Amerika Serikat karena berdasarkan data yang dipublikasikan lembaga riset SurveyMonkey di laman Techno Buffalo, Jumat (15/7/2016), Pokemon Go menduduki puncak daftar game mobile paling populer di negara itu,  mengalahkan Candy Crush Saga, Draw Something, Slither.io dan Clash Royale.

"Pokemon Go tercatat memiliki 21 juta pengguna aktif harian di AS, sementara Candy Crush hanya memiliki 20 juta pengguna aktif harian," ungkap SurveyMonkey.

Capaian Pokemon Go pada pekan pertama setelah dirilis yang menembus angka 10 juta pengguna, juga tercatat melebihi pengguna harian Twitter, Facebook, Snapchat, Instagram, dan WhatsApp.


Daya tarik

Pokemon Go, menurut BBC, merupakan game augmented reality (realitas tertambah) di ponsel pintar. 

Game ini dimainkan dengan menggunakan GPS (Sistem Pemosisi Global) karena saat bermain, Anda diajak berjalan-jalan ke sana ke mari untuk menangkap monster virtual yang menggemaskan seperti Pikachu dan Jigglypuff di tempat-tempat yang dekat dengan lokasi dimana game ini dimainkan, dan pemain game ini kemudian dapat melatih monster-monster itu untuk bertanding.

Pikachu dan kawan-kawan pertama kali populer pada 1990-an, ketika Nintendo Game Boy muncul. Kartu-kartu permainan untuk ditukar sangat laku di taman bermain di sekolah-sekolah, jauh sebelum Minecraft dan bahkan sebelum Tamagotchi, namun setelah yoyo dan kelereng.

Pokemon di Game Boy dan DS (Nintendo) tadinya adalah program kartun dengan teknologi sederhana serta permainan kartu untuk ditukar, namun baru kali ini menjadi game di ponsel pintar.

Para pemain game ini mengakui kalau Pokemon Go sangat mengasyikkan, namun demikian mereka juga mengakui kalau game ini mengandung risiko jika tidak dimainkan dengan kontrol nalar dan emosi yang benar.

Tom Currie, pria berumur 24 tahun, dua bulan lalu memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai pramusaji di sebuah kafe di Auckland hanya untuk berkelana berburu Pokemon di negaranya, Selandia Baru. Ia bahkan telah memesan semua tiket perjalanan bus dari kota tempatnya memulai perjalanan berburu Pokemon, hingga kota-kota yang jauh dari rumahnya.

"Game ini melacak seberapa jauh kamu berjalan dan saya sudah melakukan perjalanan sekitar 50 km sejauh ini dan seluruhnya dengan membawa game ini," ujar Tom seperti dikutip dari laman NME, Jumat (15/7/2016).

Sejumlah pemain Pokemon Go di AS dan Australia bahkan mengaku pernah menabrak tiang listrik dan pohon selama berburu Pokemon, karena selama perburuan dilakukan, pandangan mata mereka lebih banyak tertuju pada monitor Android mereka, sehingga tak melihat apa yang ada di hadapannya.


Risiko mengunduh dari sumber tak resmi

Melihat fenomena ini, pakar keamanan siber khawatir kalau kehebohan Pokemon Go akan dimanfaatkan oleh para penjahat siber untuk merugikan para pemain game itu.

"Faktanya, Nintendo tidak (belum) merilis Pokemon Go secara global dan hal inilah yang membuatnya menjadi rentan," kata Michael Petit, Kepala Mobilitas Check Point Software Technologies untuk wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia, sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat (15/7/2016).

Ia menambahkan, karena rilis terbatas ini, sebagian pengguna tergoda mengunduh Pokemon Go dari pihak ketiga yang belum terverifikasi, yang kemudian meminta mereka mengunduh malware yang dapat digunakan untuk mencuri informasi sensitif atau memata-matai mereka. 

Penjahat siber, menurut Petit, benar-benar dapat "mengemas" malware menjadi aplikasi Pokemon Go untuk Android, dan ia mengingatkan bahwa malware ini memiliki alat untuk akses jarak jauh yang memungkinkan si penjahat mengambil alih smartphone pengguna. 

Berdasarkan kekhawatiran para pakar tersebut, inilah risiko yang dapat dihadapi para pemain Pokemon Go yang tidak mengunduh game tersebut melalui sumber resmi:


1. Penipuan PokeCoin
Untuk diketahui, Pokemon Go memiliki sistem in-game purchase dimana para gamers dapat menggunakan uang asli untuk membeli mata uang virtual yang disebut PokeCoins, dan dapat digunakan untuk membeli item-item dalam game tersebut, seperti wewangian untuk memikat Pokemon ke lokasi mereka, atau telur-telur yang dapat menetaskan Pokemon langka.

"Beberapa dari mereka (para penjahat siber, red) mungkin mencoba untuk mengakali sistem ini dengan mencari PokeCoins yang telah didiskon atau gratis secara online. Sayangnya, para penipu telah mempersiapkan skenario ini," tulis Threat Researcher Symantec, Candid Wueest di blog resmi perusahaan.

Jika seorang pengguna melakukan pencarian “Pokemon Go free coins generator”, mereka akan menemukan tautan-tautan yang mengarahkan mereka ke penipuan-penipuan survei klasik.

Tautan-tautan ini tersebar di seluruh internet, dari postingan pada forum game hingga situs-situs penipuan yang sengaja dibuat untuk menipu. 

Mayoritas hasil pencarian tersebut adalah postingan pada situs-situs media sosial atau video-video dengan bukti palsu yang menyatakan bahwa alat peretasan PokeCoin benar-benar berfungsi.

Setelah pengguna tiba di situs penipuan tersebut, para penipu menanyakan nama pengguna Pokemon Go dan jumlah koin yang diinginkan.

"Sejauh ini, tidak ada penipuan yang kami lihat meminta password Pokemon Go. Beberapa penipuan mengklaim memiliki fitur-fitur tambahan, seperti jaminan anti-ban special, namun situs penipuan tersebut hanya memutarkan sebuah video sebelum menanyakan pertanyaan akhir: human verification," terang Wueest melalui keterangan resminya, Jumat (15/7/2016).

Proses verifikasi ini meminta pengguna untuk mengisi survei, menginstal aplikasi atau mendaftar suatu layanan. Jika pengguna mengikuti instruksi para penipu, mereka tidak mendapatkan PokeCoin gratis. Sebaliknya, para penipu tersebut mendapatkan uang dari partisipasi pengguna dalam survei melalui suatu program afiliasi. 

Menurut statistik penipuan melalui URL-URL yang disingkat, beberapa ribu orang telah mengklik setiap tautan tersebut.

Para penipu lain meminta pengguna untuk secara manual membagikan pesan di Twitter atau Facebook agar mendapatkan PokeCoins gratis, namun tidak peduli berapa kali pengguna menyebarkan pesan tersebut, mereka tidak akan pernah menerima PokeCoins apa pun.

"Kami telah menemukan ratusan pesan-pesan ini dengan beragam URL yang diposting di situs-situs media sosial. Sebagaimana yang tercantum dalam 2016 Symantec Internet Security Threat Report, penipuan Manual Sharing serupa mencapai 76 persen dari seluruh penipuan media sosial di tahun 2015," ujar Wueest.


2. Pokemon Go Terinfeksi Virus Trojan
Mengingat Pokemon Go belum dirilis secara global, para pengguna perangkat Android atau iPhone yang telah di-jailbreak mengunduh aplikasi tersebut dari sumber-sumber tidak resmi.

Hacker kemudian memanfaatkan permintaan ini, dan menciptakan versi game yang telah diinfeksi virus Trojan, menargetkan perangkat-perangkat Android. Pencipta-pencipta malware ini menyamarkan Trojan yang diakses dari jarak jauh (Android.Sandorat) sebagai Pokemon Go.

Ancaman ini didistribusikan ke berbagai situs unduhan dan forum game. Jika versi berbahaya ini terinstal, versi ini tetap menampilkan layar awal Pokemon Go, dan membuat pengguna menganggap bahwa tidak ada yang salah. Namun, ancaman tersebut memberi hacker akses penuh ke smartphone pengguna. (bel)
Share:

Sabtu, 20 Februari 2016

2 Tayangan Anak yang Diduga Mengandung Kampanye LGBT

BELANTARAINFO- Para dalang di belakang gerakan lesbianisme, gay, biseksual dan transgender (LGBT) punya cara beragam cara agar gerakannya diterima masyarakat dan kemudian ditoleransi.

Cara-cara yang mereka tempuh tak selalu keras dan kasar, namun juga secara halus, sehingga masyarakat tak sadar sedang dicekoki paham orientasi seksual yang menyimpang.

Di antara cara halus yang mereka lakukan adalah dengan menyajikan film-film yang terkesan "normal", namun untuk menunjukkan orientasinya, dimunculkanlah simbol-simbol yang mengarah pada orientasi tersebut, dan simbol-simbol ini tak sepenuhnya diketahui dan dipahami orang awam.

Yang berbahaya, orientasi ini bahkan disusupkan dalam tayangan khusus anak-anak.

Sejauh ini, telah ada dua tayangan anak yang teridentifikasi mengkampanyekan homoseksual secara tersamar, dan keduanya disukai anak-anak Indonesia.

Berikut kedua film anak dimaksud:

1. Teletubbies
Film ini memiliki konsep sederhana dan cocok dengan dunia anak yang penuh fantasi dan lucu, namun sebagian negara di Eropa dan negara-negara Islam seperti Malaysia, film produksi BBC ini dilarang untuk ditayangkan karena diyakini mengampanyekan homoseksualitas.

Tuduhan itu muncul berdasarkan pada apa yang melekat dalam karakter tokoh-tokohnya, dan juga pada perilakunya.

Tinky Winky sebagai Teletubbies tertua dari tiga Teletubbies yang lain, memiliki warna ungu dan sangat menyukai tas tangan berwarna merah. Perilakunya juga cenderung feminim.

Seperti diketahui, ungu merupakan warna pavorit kaum gay dan perilaku mereka cenderung keperempuan-perempuanan.

Tak hanya itu, antena Tinky Winky juga berbetuk segitiga terbalik dan lambang seperti itu wajib dikenakan oleh setiap orang, terutama yahudi, yang dituduh, diduga, atau terbukti memiliki perilaku gay. Dengan kata lain, antena Tinky Winky melambangkan pria homoseksual.

Bagaimana dengan tiga Teletubbies yang lain?

Dipsy memiliki antena berbentuk panjang dan lurus. Banyak kalangan meyakini kalau antena Dipsy merupakan simbol dari alat kelamin laki-laki.

Antena Lala yang berbentuk seperti huruf "Y" diyakini sebagai bersimbol saat laki-laki dan perempuan sedang berhubungan intim.

Dan antena Po yang berbentuk panjang dengan bulat di ujungnya diyakini sebagai simbol kelamin perempuan

Warna-warna tubuh keempat makhluk-makhluk lucu itu pun seperti bersenyawa dengan warna-warna pada bendera atau simbul gay, yakni ungu, kuning, merah dan hijau.
'
Hingga kini Teletubbies masih dapat disaksikan melalui televisi kabel atau televisi berbayar.


2. SpongeBob Squarepants
Film ini diketahui sangat digemari para gay di Amerika Serikat, dan hingga kini masih masuk daftar film yang disukai anak-anak di Indonesia.

Para analis menilai, bukti bahwa SpongeBob mengarah ke homoseksualitas karena ia secara teratur berpegangan tangan dengan sahabatnya yang seekor bintang laut berwarna merah muda bernama Patrick.

Sang pencipta, Stephen Hillenburg, sejak lama membela kartun miliknya itu sebagai sesuatu yang aseksual.

“Semua orang berbeda, dan acara itu mencakup semuanya. Karakter SpongeBob adalah seorang yang eksentrik. Agak aneh, tapi dia adalah jenis khusus,” katanya.

Namun ketika dia dan pengisi suara Spongebob, Tom Kenny, diwawancarai dalam suatu acara talkshow di TV atau radio, mereka selalu menghindar ketika diminta menjelaskan orientasi seksual mereka.

Para penggemar film itu mengungkapkan bahwa karakter-karakter yang diperlihatkan Spongebob merupakan ciri-ciri homoseksualitas, seperti flamboyan, penuh emosi, selalu telihat periang ,dan tak jarang bernyanyi bersama Patrick dan teman wanitanya yang berotot, Sandy Squirrel. (berbagai sumber)
Share:

Jumat, 19 Februari 2016

4 Seleb yang Terlibat Pelecehan Seksual Sejenis

BELANTARAINFO- Pedangdut Saipul Jamil kembali menjadi berita besar di Indonesia, namun dari sisi negatif karena dia menjadi tersangka kasus pelecehan seksual sejenis.

Banyak kalangan yang terkejut, bahkan tak percaya, karena Saipul yang merupakan duda dua kali, ternyata seorang biseksual atau mungkin juga gay. Dia melecehkan DS, fansnya yang masih berusia 17 tahun, di rumahnya sendiri di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kasus ini menyadarkan banyak orang bahwa penyimpangan seksual telah terjadi secara luas di berbagai strata sosial kemasyarakatan. Dan Saipul bukan satu-satunya selebritis yang terjerat kasus memalukan seperti itu.

Berikut dirinya, inilah empat selebritis yang pernah terjerat kasus pelecehan seksual sejenis.  

1. Micheal Jackson
Sebelum meninggal pada 25 Juni 2009, Raja Pop dari Amerika ini menjadi bulan-bulanan media karena dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap bocah 13 tahun bernama Jordan Chandler di ranchnya yang seluas 1.000 hektar di Santa Barbara County, AS, yang dikenal dengan nama Neverland.

Gara-gara kasus yang terjadi pada 2005 itu, pelantun "Black or White" itu terpaksa harus merogoh US$20 juta agar keluarga korban tidak meneruskan tuntutannya.

"Inilah awal kejatuhannya dari sisi finansial, psikologi, dan masalah hukum," kata Michael Levine, staf publikasi Jackson seperti dikutip Associated Press. 

Yang lebih sial, setelah Jacko wafat, ada lagi pemuda yang melaporkannya untuk kasus yang sama. Namanya Wade Robson. Wade juga mengaku dilecehkan Jacko di-ranchnya pada saat yang sama dengan Jordan.

Aceshowbiz pada 1 Juli 2013 melansir, selama kurun waktu 15 tahun, Jacko telah melakukan pelecehan seksual kepada sekitar 25 anak laki-laki! 


2. Saipul Jamil
Juri acara pencarian bakat penyanyi dangdut di Indosiar ini, D'Academy, pada 18 Februari 2016 ditangkap aparat Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan sehari kemudian dijebloskan ke penjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap remaja laki-laki berusia 17 tahun berinisial DS.

Pelecehan dilakukan di rumah sang artis kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan korban adalah salah seorang fansnya.

Bang Ipul, demikian biasa penyanyi ini disapa, pernah menikah dua kali, pertama dengan pedangdut Dewi Perssik dan kedua dengan model bernama Virginia Anggraeni. Istri yang terakhir ini meninggal akibat kecelakaan.

Sebelum kasusnya meledak, pedangdut kelahiran Serang 31 Juli 1980 ini tidak pernah terdengar memiliki perilaku seksual menyimpang, bahkan terkesan sebagai seorang heteroseksual.


3. Indra Bekti
Presenter ini memang sejak awal dicurigai memiliki penyimpangan seksual, jika ditilik dari caranya bicara dan gestur tubuhnya, namun fakta ini baru terungkap justru setelah dia menikah dan memiliki dua anak.

Tak tanggung-tanggung, ada dua remaja pria yang melaporkannya ke polisi karena mengaku telah dilecehkan oleh suami dari perempuan bernama Aldilla Jelita itu. Namanya Gigih Arsanofa dan Reza Pahlevi.

Reza mengaku diiming-imingi akan dijadikan artis agar mau dilecehkan, dan melaporkan ke Polda Metro Jaya pada 2 Februari 2016. Sedang Gigih mengaku punya bukti tentang perbuatan Indra kepadanya.


4. Urip Arpan
Di penghujung 2008, aktor senior yang juga penyiar radio ini harus menanggung malu yang luar biasa karena dilaporkan dua orang pemuda bernama Vicky dan Najib Raizhy ke polisi dengan tuduhan telah dilecehkan secara seksual.

Kedua korban ini mengaku diperlakukan tidak senonoh oleh aktor berwajah mirip Benjamin S itu karena dijanjikan akan dijadikan model iklan dan pemain sinetron.

Raizy bahkan mengaku sempat melayani nafsu Urip hingga tiga kali. (berbagai sumber)
Share:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KALENDER

Calendar Widget by CalendarLabs

PENGINGAT WAKTU

Arsip

Flag Counter

Total Pageviews