Menyajikan Informasi Istimewa dan Penting

Memuat...

Rabu, 17 Februari 2016

Virus Zika Mengguncang Dunia

BELANTARAINFO- Belakangan ini nama virus Zika tengah booming ke seluruh penjuru dunia, menyusul ditemukannya warga Inggris yang terinfeksi virus ini saat berwisata ke Amerika Latin.

Virus yang diduga dapat memicu kondisi microcephaly yang dialami ribuan bayi yang lahir di Brasil, kondisi dimana bayi lahir dengan kepala abnormal karena kecil dan otak yang tidak berkembang, itu dapat menyebar melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang selama ini dikenal sebagai nyamuk penyebab demam berdasar, dan melalui hubungan seksual.

Virus ini pertama kali dideteksi di Afrika pada 1940-an, namun kurang populer dibanding HIV/AIDS, ebola, flu babi dan sebagainya, meski pejabat kesehatan di negara-negara Amerika Latin seperti Brasil, Panama, Venezuela, Meksiko, El Savador, Suriname, Kolombia, dan masih banyak lagi, menyebut telah menemukan virus ini di negara mereka.

Pada 2015 silam Brasil melaporkan sebanyak 3.700 bayi yang dilahirkan di negaranya pengidap microcephaly dan setelah itu berita tentang penyakit ini pun muncul dari negara-negara sekitarnya.

WHO mencatat, virus ini telah menyebar di 24 negara di Amerika Latin, dan mengancam kehidupan sekitar 4 juta orang di sana.

Lembaga kesehatan PBB ini bahkan telah menetapkan dunia dalam kondisi Darurat Virus Zika, karena berpotensi berkembang lebih jauh hingga menyeberangi dunia.


Soal Zika 

Virus ini merupakan anggota keluarga Flaviviridae dan ditularkan ke manusia oleh nyamuk. 

Orang yang terjangkit virus Zika akan merasakan gejala seperti sakit kepala, ruam di wajah, leher, lengan atas, mungkin juga menyebar ke telapak tangan dan kaki, demam dan nyeri punggung.

Virus Zika memang tidak menyebabkan kelainan berat seperti demam berdarah, meski Zika merupakan flavivirus yang berhubungan dengan demam kuning, demam berdarah, West Nile dan virus ensefalitis Jepang, akan tetapi virus ini dapat menimbulkan risiko terhadap janin pada wanita hamil. 

Kelahiran bayi dengan microcephaly di Brazil mengalami lonjakan tajam pada 2015, namun menurut Centers for Disease Control and Pervention (CDC), butuh lebih banyak informasi untuk menyimpulkan keterkaitan itu.

“Karena ada banyak penyebab mikrosefali pada bayi, butuh waktu untuk menentukan penyebab kasus ini,” ujar salah satu juru bicara CDC pada Time.


Penyebaran

Virus Zika dianggap sebagai penyakit menular yang muncul dengan potensi untuk menyebar ke daerah-daerah baru di mana ada nyamuk Aedes. Keberadaan virus Zika telah dilaporkan di daerah Afrika, Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan baru-baru ini di Amerika Latin dan Karibia.

Hingga saat ini belum ada vaksin atau obat untuk mencegah demam Zika, namun orang, terutama ibu hamil, dapat melindungi diri dengan mencegah gigitan nyamuk dan menjaga kesehatan tubuh.

WHO kini tengah bekerja keras untuk mengantisipasi penyebaran wabah ini dan mendapatkan penangkalnya. (berbagai sumber)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KALENDER

Calendar Widget by CalendarLabs

PENGINGAT WAKTU

Arsip

Flag Counter

Total Pageviews